achieves authenticity in self-transcendence

Bernard Lonergan, Method in Theology, 104

Authors

  • Wilhelmus I Gonsalit Saur

DOI:

https://doi.org/10.61792/lim.v4i1%20Oktober.75

Keywords:

authenticity, self-transcendence, intelligence, reflection, deliberation

Abstract

Keotentikan adalah hasil transendensi diri. Semua manusia dipanggil untuk mentransendensikan dirinya. Lonergan menunjukkan tiga macam transendensi diri pada manusia, yaitu transendensi diri dalam bidang kognitif, moral, dan religius. Untuk mencapai keotentikan dan menjadi pribadi yang integral, seseorang perlu setia mengikuti tiga macam proses transendensi diri ini.
Melalui metode transendental Lonergan, manusia mempunyai kapasitas untuk mencapai keotentikan. Dengan menolak untuk mengikuti metode ini, seorang pribadi menjadi tidak otentik. Karena itu, Lonergan mendorong pembaca untuk mengikuti hukumhukum transendentalnya: Perhatikanlah (be attentive), Bercerdaslah (be intelligent), Bersikap Nalarlah (be reasonable), Bertanggungjawablah (be responsible), dan Bercintalah (be in love).1 Dengan mengikuti proses-proses ini, kita menjadi seorang pribadi yang otentik yang mempunyai perhatian pada setiap pengalaman, yang cerdas, yang bernalar masuk akal, bertanggung jawab dan mencintai.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2020-02-17

Issue

Section

Articles